Tuesday, 25 November 2008

:: surat utk ibu ::

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Mengasihani...

kakak ada emelkan sesuatu utk Ma.
saya buka attachment dan baca dr perkataan pertama.
at the end, saya mengalirkan air mata.

kalian bacalah jgk.
lps tu balik dan cium ibu ya!

--------------------------------------------------------------------------------------
IBUKU

Engkaulah satu-satunya orang yang airmata, susu dan darahmu mengalir dalam diriku. Ketika semua manusia melupakanku engkau pasti mengingatiku, Wahai ibuku! Semuanya menentangku kecuali engkau, dunia benci kepadaku kecuali engkau.

Demi Allah , wahai ibuku! aku mengakui, sering kali pipimu berlinang air mata ketika aku pergi, seringkali engkau tidak tidur saat aku jauh dari mu, seringkali engkau berjaga malam ketika aku sakit.

Demi Allah, wahai ibuku! Ketika aku tiba, engkau berdiri dipintu menyambutku dengan linangan airmata bahagia. Jika aku meninggalkan rumah, engkau berdiri mengiringiku dngan hati yang luluh.

Demi Allah, wahai ibuku! Engkau mengandungkanku di antara tulang-tulangmu dengan hari-hari yang penuh rasa letih, penat dan lemah. Engkau melahirkanku dalam keadaan kesakitan yang sangat perit, lalu engkau mendakapku dalam kehangatan pelukan kasih sayang dan senyuman.

Demi Allah, wahai ibuku! Engkau tidak tidur kecuali setelah diriku terlelap, engkau tidak tenang kecuali setelah diriku bahagia. Jika aku tersenyum, dirimu bahagia tanpa engkau mengetahui sebab mengapa aku tersenyum. Jika aku nampak sedih dirimu menangis padahal engkau tidak mengetahui apa yang terjadi.
Engkau memaafkanku, sebelum aku bersalah dan mengampuniku sebelum aku memohon keampunan , dan bersikap lapang dada sebelum aku mengakui kesalahanku.

Demi Allah, wahai ibuku! Setiap kali orang memujiku, engkau pasti membenarkannya dan setiap yang kali orang mencelaku engkau pasti menolaknya. Hanya engkaulah untuk selamanya yang sibuk dengan urusanku, hanya engkaulah yang sentiasa memperhatikanku.

Engkau telah berbuat baik kepada diriku tetapi tetap memohon maaf diatas kekurangan mu. Cintamu telah melebur dalam diriku, walau demikian engkau tetap ingin menganugerahkan yang lebih besar dari itu.

Wahai ibuku! Semoga aku mampu mencuci kedua kakimu dengan air mata kesetiaan, mengangkat kedua sandalmu pada pesta kehidupan. Wahai Ibuku! Jika kematian melewatimu biar aku yang mendahuluinya, dan jika kesengsaraan yang akan menghampirimu biar aku dahulu merasainya.

“ Ya Allah ampunilah kedua orang tuaku dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka telah mengasihani dan mengasuhku pada masa kecilku.”

Anakmu.
Makkatul Mukarramah.
22 Zulkaedah 1429
-----------------------------------------------------------------------------------------------

2 comments:

Thara said...

aaaaa syahdunyaaa! *sambil mengelap air mata* (air idong tak kuar pon. tiqah tak cukup power kot. :P)

RieNa said...

takpe2, air mata lebih power dr air idong. hehehe

Langkawi 2017

Bulan 7, lps raya hari tu. Saya rasa nakk sgt p bercuti. Saya sorg. Tanpa anak2. Tp takkan bolehlaa nak tinggal anis nuha, sbb masih menyusu...